1.WAWANCARA
Sebelum Pengguna Jasa mengambil seorang pekerja, pastikan dulu pengguna jasa mewawancarainya agar pengguna jasa mengenal pekerja dari dekat. Pada saat yang sama, berikan gambaran yang lengkap dan menyeluruh tentang keadaan rumah pengguna jasa dan tugas yang akan diberikan kepada pekerja. Kalau pengguna jasa tidak ceritakan apa-apa, maka kemungkinan besar terjadi “gap” antara harapan pekerja dan kenyataan pekerja yang didapati.
Karena Pengguna jasa tidak bisa ada kesempatan untuk memilih pekerja diawal maka memilih pekerja disaat sudah masuk dirumah pengguna jasa akan lebih sulit. Misalnya bayangkan dirumah pengguna jasa ada anjing, ada tiga lantai, ada anak-anak kecil dan lain sebagainya.
2. GAJI DAN FASILITAS
Gaji:
Pihak Pengguna Jasa harus memberikan gaji yang sudah dijanjikan di awal saat pengambilan pekerja. Mayoritas Pengguna Jasa sekarang takut memberikan gaji tinggi, tetapi tidak memikirkan mereka bekerja biasanya untuk menyambung hidup keluarga di kampung.
Faktor ini bisa membuat tenaga kerja langgeng bekerja di tempat Pengguna Jasa disebabkan semangat dengan gaji yang bisa untuk membantu keluarga mereka didesa.
Makan:
Terkadang yang membuat tenaga kerja tidak betah di rumah Pengguna Jasa adalah kurangnya perhatian seorang Pengguna Jasa akan kebutuhan makan mereka.
Ada yang mayoritas Pengguna Jasa memberi makan mereka dengan sistem jatah atau ditaker, Adapula yang memberikannya sisa-sisa makanan yang tidak dimakan lagi oleh Pengguna jasa nya.
Kalau bisa hal ini dihindarkan dari kebiasaan kita. Beberapa keluarga menerapkan pola makan sehat yang artinya nggak makan banyak dan makan teratur.
Nah beda dengan pembantu rumah tangga yang memang butuh makan agak lebih untuk tenaga membereskan rumah. Sering kali jatah makan dan waktu makan pembatu rumah tangga disamakan dengan jatah makan keluarga.
Ada loh pembantu yang cuma dikasih makan mie instan, nasi putih dan sedikit sayur sementara si tuan rumah makan sehat semua. Kalau pembatu rumah tangga mengambil telor atau sayur lain sebagai tambahan maka dilarang oleh si tuan rumah / Pengguna Jasa.
Fasilitas Lain:
Kebutuhan kamar mandi, seperti sabun, pembalut dan konsumable sehari-hari hendaknya tersedia di rumah, Jangan sampai pekerja harus membeli dengan uangnya sendiri. Kalau harus membeli sendiri, dia akan merasa gaji yang diterimanya berkurang.
Kebutuhan kamar tidur, seperti Kasur, bantal, Lemari pakaian dan kaca untuk berpakaian rapih, merapihkan rambut supaya tidak bermake up berlebihan dan berdandan seronok juga diberikan kunci kamar untuk kenyamanan pekerja selama kinerja teratasi.
3.PEKERJAAN
Sering sekali kita sebagai Pengguna Jasa melupakan batas-batas kemampuan tenaga mereka. Untuk hal ini kami hanya memberitahukan bahwa pembantu rumah tangga tugasnya membantu pekerjaan yang tak tertangani oleh Pengguna Jasa di rumah. Rumah Pengguna Jasa besar luas dan berlantai 2 atau 3 tapi pengguna jasa cuma memperkerjakan 1 pembantu rumah tangga. Bayangkan dia nyapu dan ngepel dari lantai 1 dan 2 sendirian. Nah jelas – jelas pembantu kecapean dan belum lagi tugas – tugas lain seperti lap jendela, cuci baju, cuci piring dan lain sebagainya.
Tetapi biasanya mayoritas Pengguna Jasa melupakan hal ini, dan tenaga kerja diperlakukan layaknya sebagai budak. Perlakukanlah tenaga kerja khususnya pembantu rumah tangga sebagai layaknya manusia bukan sebagai budak dari desa maupun agen/yayasan/penyalur.